Bondowoso – Bupati Bondowoso, H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., secara resmi membuka High Level Meeting (HLM) bersama tiga tim strategis daerah, yakni Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ID), di Ruang Sabha Bina Praja, Selasa (20/01/2026). Forum strategis tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Staf Ahli Bupati, para Asisten, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas tim dan integrasi kebijakan dalam menghadapi dinamika perekonomian daerah yang semakin kompleks. Menurutnya, tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi dunia, dampak perubahan iklim ekstrem, transisi pascapandemi, serta percepatan transformasi digital menuntut pemerintah daerah untuk bekerja lebih terkoordinasi. “Dunia saat ini menghadapi tekanan dari berbagai arah. Tantangan-tantangan ini tidak mungkin diselesaikan jika pemerintah bekerja secara terkotak-kotak. Kita tidak boleh lagi bekerja secara sektoral,” tegas Bupati. Ia menekankan bahwa TPID, TP2ID, dan TP2DD memiliki peran yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Koordinasi yang kuat diperlukan agar setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar koheren serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Bupati kemudian memaparkan peran strategis masing-masing tim sebagai pilar stabilitas ekonomi daerah. TPID, menurutnya, berperan penting dalam penguatan ketahanan pangan dan stabilisasi harga sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa inflasi bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator terjaganya daya beli, terutama bagi kelompok rentan. Sementara itu, TP2ID diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui pengembangan sektor unggulan seperti pertanian, pemberdayaan UMKM, serta optimalisasi ekonomi lokal secara berkelanjutan. Adapun TP2DD memiliki peran dalam akselerasi digitalisasi daerah. Bupati menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya sebatas penggunaan teknologi, tetapi merupakan instrumen untuk menciptakan efisiensi, transparansi, serta perluasan akses layanan publik. Lebih jauh, digitalisasi diharapkan mampu memperkuat pengambilan kebijakan berbasis data (data-driven policy). Melalui forum HLM ini, Bupati berharap terbangun komitmen kolektif untuk mendorong inovasi daerah serta mengoptimalkan early warning system dalam mendeteksi potensi gejolak ekonomi. Ia juga mendorong penguatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, hingga masyarakat luas. “Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi yang dihasilkan dalam forum ini secara konkret dan terukur. Setiap langkah yang kita ambil hari ini harus menjadi solusi bagi tantangan masa depan,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh anggota tim atas dedikasi serta kolaborasi yang telah terjalin. Ia berharap forum ini menghasilkan kebijakan yang implementatif demi mewujudkan masyarakat Bondowoso yang lebih sejahtera dan berdaya saing.